Feeds:
Tulisan
Komentar


Setelah pengungkapan- pengungkapan peristiwa-peristiwa yang cukup
mengagetkan seperti, pemakaian boraks pada beberapa jajanan favorit di pinggir jalan,
pemakaian formalin yang berlebihan, pemakaian deterjen pada ikan asin
biar keliatan lebih bersih dan putih atau pemakaian pewarna pada ikan kakap
putih biar menjadi kakap merah yang di pasaran lebih mahal.

Nah tayangan kali ini mengungkap kasus es batu yang banyak digunakan di
warung-warung seluruh Jakarta .

Es batu ini ternyata berasal dari air Sungai Ciliwung yang kinclong banget warnanya itu. Pada awalnya mereka menggunakan zat pemutih agar air keliatan lebih jernih. Kemudian dimasukkan ke dalam pendingin dan jadilah peti-peti es yang besar dan bening. Awalnya es ini
hanya digunakan untuk mengawetkan makanan (ikan, buah dan sayuran) atau
mendinginkan minuman botol pada kotak2 yang tidak memiliki sistem
refrigerator. Tapi sialnya, para penjaja makanan dan minuman di jakarta
(bahkan warung-warung yang besar) menggunakan es ini pada minuman dingin
yang mereka jual. Es teh manis, aneka juice, es campur, es doger, dan
lainnya yang membuat kita menelan ludah ketika melihat minuman ini kala
terik menyengat. HANYA dengan alasan MURAH, OMG!

Taukah kalian, setelah tim investigasi TransTV mencoba mengambil sampel
secara acak di beberapa penjual yang menggunakan es ini pada aneka
minuman, dan kemudian mengetesnya di laboratorium, terbukti dalam es itu
mengandung bakteri E-COLI jauh diatas batas normal ( 10.000 – 20.000 per 100 mL).
Dengan kata lain es ini mengandung bakteri hampir setara dengan (maaf)
kotoran manusia.

Nah… Masih mau jajan sembarangan? ?? Emang Home made jauhhhhh lebih
enak dan Sehat!!!!

Es Batu Lebih Kotor Ketimbang Air Toilet

Anda suka meminum minuman dingin dari restoran siap saji? Mulai sekarang
Anda harus berhati-hati karena lewat penelitian telah terbukti es batu
yang disediakan restoran fast food mengandung lebih banyak kuman daripada air toilet. Ihh…

Anda kerap merasa kurang nyaman menggunakan air yang berada di kamar
mandi umum? Tentunya Anda tak bisa menjamin kebersihan air tersebut bukan? Tapi apakah Anda pernah berpikir dari mana asal air yang dibekukan menjadi es batu di
restoran siap saji?

Sepertinya Anda harus mengubah anggapan bahwa es batu yang berasal dari
restoran siap saji aman untuk dikonsumsi. Sebuah penelitian baru-baru ini membuktikan bahwa 70 persen es batu restoran siap saji lebih memiliki banyak kuman
dibandingkan air toilet.

Penelitian ini dilakukan oleh seorang anak perempuan yang baru berusia
12 tahun, Jasmine Roberts. Lewat penelitian ini Jasmine berhasil mendapatkan penghargaan proyek sekolah menengah.

Jasmine membuktikan penelitian ini dengan mengambil contoh es batu dan
air toilet dari lima restoran siap saji yang berada di wilayah Florida Selatan. Setelah lengkap, ia melakukan pengecekan bakteri dari contoh es batu dan air toilet itu di University of South Florida .

Dari hasil tes positif ditemukan bakteri E.coli yang biasanya terdapat
dari sisa air pembuangan yang menyebabkan timbulnya beberapa jenis penyakit.

“Bakteri ini seharusnya tak berada di dalam es batu. Jasmine membantu
kita memperingatkan adanya bahaya kesehatan yang bisa disebabkan oleh es
batu ini,” ungkap Dr. David Katz komtributor masalah kesehatan ‘Good Morning
Amerika’ seperti dilansir detikhot dari ABC News, Senin (27/2/2006).

Baik Jasmin dan Dr. David mengatakan bahwa es batu tersebut dinilai
lebih kotor dari air toilet karena mesin es batunya tidak bersih dan orang menggunakan tangan yang kotor untuk mengambil es. Sedangkan air toilet dinilai lebih
bersin karena berasal dari sumber air yang telah melalui proses
penyaringan.

KD alias Kejang Demam atau Step (Stuip) banyak dialami anak balita yang memiliki sifat bawaan mudah mendapatkan gangguan kesehatan tersebut. Tidak seperti epilepsi, pencetus KD pada umumnya karena demam tinggi (> 38 derajat C). Bila KD terjadi, tenanglah. Namun bila serangan itu berlanjut lebih dari lima menit, segeralah mencari bantuan dokter.

Orangtua mana pun biasanya panik bila tiba-tiba anak balitanya mengalami stuip atau kejang demam. Pada umumnya, mereka segera mencari sendok makan yang dibalut saputangan bersih, lalu gagang sendok diselipkan diantara gigi atas dan bawah. Tujuannya agar jalan napas tetap terbuka dan lidah si anak tidak tergigit sewaktu kejang.

Upaya lain, menurunkan suhu badan dengan cara membalurkan cairan alkohol ke bagian dada, tengkuk, dan dahi si anak. Sedangkan secara tradisional dengan mengusapkan tumbukan bawang merah dicampur jeruk nipis dan sedikit minyak kayu putih pada dada serta perut si anak.

Apakah semua tindakan ini memang berkhasiat?

Menurut dr. Dwi P. Widodo, neurolog anak RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta, dalam seminar “Kejang Demam pada Anak” , tindakan awal yang mesti dilakukan adalah menempatkan anak pada posisi miring. Tidak perlu memasukkan apa pun di antara gigi. Dr. M.V. Ghazali, dokter spesialis anak RS Pondok Indah Jakarta, dalam seminar yang sama menambahkan, anak yang sedang demam tinggi jangan diselimuti dengan selimut tebal, karena malah akan menambah demamnya akibat pembebasan panas dari dalam tubuh terhambat. Selain itu, pakaian yang kencang hendaknya dilepaskan.

Mengoleskan alkohol juga bisa menurunkan demam, tetapi kurang dianjurkan karena dikhawatirkan bisa mengenai mata. Bagi yang tidak tahan pada baunya, anak cukup dikompres air hangat suam-suam kuku dengan harapan saat air hangat menguap, panas dari tubuh si anak ikut terangkat. “Sikap kita harus tetap tenang,” tambah dr. Dwi. “Namun bila kejang tidak berhenti setelah lima menit, sebaiknya anak segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat”.

Sederhana dan kompleks

Jumlah penderita kejang demam diperkirakan mencapai dua sampai empat persen dari jumlah penduduk di AS, Amerika Selatan, dan Eropa Barat. Namun di Asia dilaporkan penderitanya lebih tinggi. Sekitar 20 persen di antara jumlah penderita mengalami kejang demam kompleks yang harus ditangani secara lebih teliti. Bila dilihat jenis kelamin penderita, kejang demam sedikit lebih banyak menyerang anak laki-laki.

Penderita pada umumnya mempunyai riwayat keluarga (orangtua atau saudara kandung) penderita kejang demam. Perkembangan anak yang sering mengalami stuip sering agak terlambat, mempunyai masalah pada masa neonatus (saat baru lahir), serta kadar natrium serum darah rendah.

Faktor risiko utama yang umum menimpa anak balita usia tiga bulan hingga lima tahun ini adalah demam tinggi (di atas 38 oC). Bisa diakibatkan oleh misalnya infeksi tenggorokan atau infeksi lain seperti radang telinga, campak, cacar air, dll. Yang paling mengkhwatirkan kalau demam tinggi tersebut merupakan gejala peradangan otak, seperti meningitis atau ensefalitis.

Dalam keadaan demam, kenaikan suhu tubuh sebesar 1 oC pun bisa menyebabkan kenaikan metabolisme basal (jumlah minimal energi yang dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi vital tubuh – Red.) sebanyak 10 – 15 persen, sementara kebutuhan oksigen pada otak naik sebesar 20%.

Pada anak balita, aliran darah ke otak mencapai 65% dari aliran seluruh tubuh (pada orang dewasa hanya 15%). Sebab itu kenaikan suhu tubuh lebih mudah menimbulkan gangguan pada metabolisme otak. Sehingga akan mengganggu keseimbangan sel otak yang menimbulkan terjadinya pelepasan muatan listrik yang menyebar ke seluruh jaringan otak. Akibatnya terjadi kekakuan otot yang menyebabkan kejang tadi.

Wujud kejang dapat pula berupa mata berbalik ke atas disertai kekakuan atau kelemahan. Atau, terjadi gerakan sentakan berulang tanpa didahului kekakuan.

Serangan pada umumnya timbul pada awal kenaikan suhu tubuh dan berlangsung kurang dari 10 menit. Kejang seluruh tubuh ini akan berhenti dengan sendirinya setelah mendapat pertolongan pertama. Setelah itu anak tampak capek, mengantuk, dan tidur pulas. Begitu terbangun kesadaran sudah pulih kembali.

Dr. Dwi menguraikan bahwa kejang demam dibedakan atas dua macam. Pertama, kejang demam sederhana, yang berlangsung kurang dari 15 menit dan sama sekali tidak menimbulkan kerusakan otak ataupun membahayakan jiwa si anak. Yang kedua, demam kompleks, yang berlangsung lebih dari 15 menit dan bisa terjadi lebih dari satu kali dalam 24 jam.

Pada umumnya pada kejang demam kompleks, si anak mempunyai kelainan neurologi atau riwayat kejang dalam keluarganya. Karena serangannya lebih lama, maka harus segera ditanggulangi. Bila tidak, adakalanya bisa mengakibatkan kerusakan otak. Kejang yang berlangsung lama dan terus menerus bisa mengganggu peredaran darah ke otak, kekurangan oksigen, kekurangan keseimbangan air dan elektrolit yang dapat mengakibatkan pembengkakan otak.

Bukan epilepsi

Indikasi perawatan di rumah sakit pada anak dengan kejang demam tergantung keadaan klinis dan keluarganya. Pada serangan kompleks, sebaiknya memang anak diobservasi di ruang gawat darurat selama beberapa jam untuk dievaluasi. Pada umumnya kondisi akan pulih setelah penyebab demam diketahui dan diobati.

“Namun, kalau keadaaan tidak stabil, misalnya ada kecurigaan penyebab lebih serius, sebaiknya dirawat,” pesan dr. Dwi. “Sekitar 16 persen anak akan mengalami rekurensi dalam 24 jam pertama walaupun adakalanya belum bisa dipastikan apakah anak akan mengalami kejang kembali”.

Untuk mencegah serangan pada seorang anak dengan bawaan kejang demam, begitu anak mengalami demam yang terpenting secepat mungkin usahakan turunkan suhu badannya, dengan cara memberi obat penurun panas atau kompres. Selain itu perbanyak minum air putih.

Dokter pada umumnya juga akan memberikan resep obat pencegah kejang pada anak dengan bawaan demikian. Sehingga begitu si anak mengalami demam, obat bisa segera diberikan. Obat seperti diazepam dan phenobarbital dapat digunakan untuk mencegah serangan ulang, meskipun bukan jaminan penuh. Sebab, seperti diakui dr. Dwi, sampai saat ini, belum ada pengobatan yang aman dan efektif. Dengan alasan itu pula obat hanya diberikan selama demam, tidak boleh berlebihan. Pemberian berlebihan dikhawatirkan bisa menimbulkan efek samping. Kalau pemberian obat tidak mempan, hendaknya segera diteliti apakah ada penyebab lain yang lebih serius.

Sementara itu, anak terus dimonitor suhu badannya, karena dalam 16 jam pertama kemungkinan serangan ulang masih besar. Apalagi, kadangkala suhu yang tidak terlalu tinggi pun bisa memicu kejang demam.

Untuk mengetahui suhu badan, dr. Ghazali menganjurkan penggunaan termometer air raksa saja, karena kerjanya paling sederhana dan akurat. Caranya dengan memasukkan sebagian ke mulut, dijepitkan di ketiak, atau dimasukkan anus, selama lima menit. Sebelumnya, air raksa dalam termometer harus diturunkan sampai di bawah suhu normal dengan cara mengapitkan selama beberapa kali.

Lalu, apa beda kejang demam dengan kejang epilepsi? Pada epilepsi, tidak disertai demam. Epilepsi merupakan faktor bawaan yang disebabkan karena gangguan keseimbangan kimiawi sel-sel otak yang mencetuskan muatan listrik berlebihan di otak secara tiba-tiba. Penderita epilepsi adalah seseorang yang mempunyai bawaan ambang rangsang rendah terhadap cetusan tersebut. Cetusan bisa di beberapa bagian otak dan gejalanya beraneka ragam. Serangan epilepsi sering terjadi pada saat ia mengalami stres, jiwanya tertekan, sangat capai, atau adakalanya karena terkena sinar lampu yang tajam.

Memang, menurut survai ada sekitar 15 persen kasus epilepsi yang didahului dengan gejala kejang demam. Namun, kurang dari lima persen anak kejang demam berkembang menjadi epilepsi.

Yang penting, para orangtua disarankan tetap waspada terhadap kemungkinan serangan kejang demam. Kalau serangan datang, orang tua hendaknya tetap tenang. Sebab emosi atau kebingungan tidak akan menyelesaikan masalah dengan cepat!

Sumber: www.indomedia.com/intisari/2001/Mei/terapi.htm

Kegagalan

” Janganlah buang- buang energi untuk mencoba menutup-nutupi kegagalan. Belajarlah dari kegagalan Anda dan majulah terus menghadapi tantangan berikutnya. Gagal itu BIASA SAJA. Jika Anda  tidak gagal berarti Anda TIDAK TUMBUH untuk menuju KESUKSESAN” Rahmat Mu

Siapa sih yang tidak suka teh?…, Teh celup atau teh biasa, teh itu rasanya manis kalau dikasih gula. Teh memang dapat memberikan manfaat bagi para peminumnya, tetapi ada juga beberapa orang tertentu yang dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi teh terlalu banyak karena bisa menjadi bumerang bagi kesehatannya. Teh memang dapat memberikan manfaat bagi para peminumnya, tetapi ada juga beberapa orang tertentu yang dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi teh terlalu banyak karena bisa menjadi bumerang bagi kesehatannya.

Orang-orang tersebut adalah :

1. Pasien yang fungsi ginjalnya tidak baik dan tak dapat menahan kencing atau inkontinensia karena teh berfungsi melancarkan pembuangan air kemih. Banyak minum teh mengganggu fungsi ginjal, sehingga akan semakin memberatkan penyakit pasien tersebut.

2. Wanita hamil. Wanita yang sedang hamil membutuhkan berbagi macam gizi untuk menyuplai kebutuhan metabolisme tubuhnya dan juga janin dalam kandungannya. Kalau ia terlalu banyak minum teh, maka zat tanin atau samak dalam teh dapat bersenyawa dengan zat besi dalam makanan yang dikonsumsinya menjadi semacam kompon yang tidak diserap oleh tubuh. Ini selain dapat mengakibatkan anemia dan kekurangan zat besi pada wanita hamil, juga dapat mengakibatkan janin dalam kandungan menjadi kekurangan zat besi bawaan. Sehingga setelah lahir bayi juga akan menderita anemia dan kekurangan zat besi.

3. Wanita yang sedang menyusui. Wanita yang sedang menyusui sebaiknya tidak minum teh kental. Hal ini karena salah satu dari racun dalam teh (kafein) bisa mempengaruhi pengeluaran air susu, sehingga ASI menjadi berkurang, selain itu kafein juga bisa masuk
kedalam tubuh bayi melalui air susu yang dapat mengakibatkan usus bayi menjadi kejang, sehingga bayi akan menangis tak henti2nya.

4. Orang yang sedang demam. Untuk orang yang sedang menderita demam, minum teh bukannya dapat menurunkan suhu badannya tetapi justru akan meningkatkan suhu panas tubuhnya. Hal ini dikarenakan theophyline yang terkandung dalam teh dapat meninggikan suhu badan, bahkan membuat fungsi obat penurun suhu badan menjadi hilang atau berkurang.

5. Orang yang lemah saraf dan mengalami insomnia Para penderita penyakit ini sebaiknya tidak minum teh karena hanya akan semakin memperparah penyakitnya. Hal ini disebabkan kandungan kafein dalam teh dapat mengakibatkan bergairahnya sistem saraf dan menaikkan metabolisme dasar, sehingga akan membuat semakin sulit tidur dan merasa gelisah.

6. Orang yang kurang darah. Zat besi dalam makanan memasuki saluran pencernaan dalam bentuk feros hidrosida koloid. Zat besi dalam bentuk koloid ini tidak dapat diserap tubuh secara langsung. Ia harus melalui peran getah lambung barulah dapat diserap melalui tubuh. Asam tanat dalam teh sangat mudah bersenyawa dengan zat besi dan membentuk asam tanat feros larut yang merintangi penyerapan zat besi. Bila tubuh orang yang kurang darah kekurangan zat besi, hemoglobin sintetis dalam tubuh bisa berkurang, dan penyakitnya bisa bertambah parah.

7. Orang yang mengalami sembelit. Mereka pantang minum teh kental karena asam tanat dalam teh mempunyai peran astringen,yaitu melemahkan penggeliangan saluran usus.
Bila mereka nekat minum teh kental maka penyakitnya akan semakin bertambah parah.

8. Anak-anak. Minum teh tidak terlalu baik untuk anak2, hal ini dikarenakan setelah minum teh anak2 akan mudah terangsang semangatnya, nafsu makannya menurun, selaput lendir saluran pencernaan menyusut sehingga mempengaruhi pencernaan makanan dan penyerapannya. Asam tanat dalam teh juga dapat mempengaruhi penyerapan vitamin B dan zat besi dalam makanan sehingga mengakibatkan menurunnya hemoglobin dan menyusutnya volume eritrosit, yang akan berakibat mudah terserang anemia atau kurang darah.

9. Orang yang mempunyai tekanan darah tinggi dan mengidap Jantung. Teh memang dapat membantu melindungi jantung tapi bagi yang telah terlanjur menderita penyakit jantung mereka harus menghindari minum the kental, karena kadar kafein dalam teh bisa merangsang orang dan menaikkan tekanan darahnya. Bila mereka tetap minum teh maka jantungnya akan berdetak cepat, merasa sangat gelisah bahkan mengalami arrhythmia atau tidak adanya irama jantung.

Setelah mengetahui beberapa sebab mereka pantang minum teh tentunya akan menjadi perhatian bagi kita. Walaupun teh juga mempunyai manfaat bagi kesehatan tapi efek kesehatan teh lebih bersifat sebagai preventif (mencegah). Dan itupun akan berarti jika teh
diminum secara teratur dan dengan takaran yang tepat.

Semoga bermanfaat bagi yang membutuhkannya.

Di usianya yang tergolong muda, kelahiran 19 Desember 1976, jadi usianya baru 30 tahun-an pada 2007 ini, sosok Ustad ini memang layak untuk dipanggil Ustad atau Guru dalam ilmu Islam. Ya, inilah Ustad Yusuf Mansur, masih muda usia, tetapi “pamor” dirinya sudah menasional, bahkan mungkin sudah “go international”.

Saya memang baru mengenal dia, pada saat ikut ke dalam kelompok atau majelis taklim binaannya. Dan, di Surabaya katanya baru pertama kali digelar majelis taklim binaannya ini. Dan, beruntung saya bisa ikut hadir di sana. Pada saat itu, Ustad Yusuf Mansur memberikan uraian menarik mengenai “Shodaqoh” atau “Sedekah”.
Meskipun saya sudah tahu mengenai Keagungan Al-Qur’an, yang memberikan gambaran kepada kita, bahwa dengan sedekah ini, kita bisa memperoleh ampunan Allah, menghapus dosa, dan menutup kesalahan serta keburukan. Sedekah bisa mendatangkan ridha Allah, juga bisa mendatangkan kasih sayang dan bantuan Allah. Tetapi, dengan penjelasan tentang sedekah ini, oleh Ustad Yusuf Mansur; benar-benar semakin membuka “mata-hati” saya, bahwa selama ini ternyata saya telah rugi besar, berkaitan dengan sedekah ini.
Ustad Yusuf Mansur memberikan ilustrasi yang sangat mudah dan “gamblang”, bagaimana sebenarnya dan sebaiknya sistem sedekah ini bekerja. Ini sungguh luar biasa prima. Dengan tetap bergaya “anak muda”, maka ustad ini menunjukkan sekaligus mengingatkan ke setiap orang yang hadir, bahwa Allah sendiri telah menjanjikan, jika manusia mau bersedekah, maka Allah pasti akan menggantinya dengan jumlah minimal 10 (sepuluh) kali lipat. Dan, ini ada dasar hukumnya, yaitu tertulis di dalam Al-Qur’an Surat: 6, Ayat: 160, dimana Allah menjanjikan balasan 10 x lipat bagi mereka yang mau berbuat baik. Bahkan di dalam Al-Qur’an Surat: 2, Ayat: 261, Allah menjanjikan balasan sampai 700 x lipat.
Menurut ustad muda ini, dengan berpedoman pada Al-Qur’an tersebut, maka kita bisa membuat “hitung-hitungan” matematika, yang disebutnya sebagai MATEMATIKA DASAR SEDEKAH. Nah, inilah yang luar biasa prima itu. Matematika sedekah ini, sungguh sangat berbeda dengan ilmu matematika yang dulu pernah kita pelajari di sekolah…benar-benar berbeda.
Dia memberikan ilustrasinya sebagai berikut:
10 – 1 = 9ini ilmu matematika yang biasa kita terima di sekolah dulu.
Tetapi ilmu Matematika Sedekah adalah sebagai berikut:
10 – 1 = 19ini menggunakan dasar, bahwa Allah membalas 10 x lipat pemberian kita.
Sehingga kalau dilanjutkan, maka akan ketemu ilustrasi seperti berikut ini:
10 – 2 = 28
10 – 3 = 37
10 – 4 = 46
10 – 5 = 55
10 – 6 = 64
10 – 7 = 73
10 – 8 = 82
10 – 9 = 91
10 – 10 = 100
Nah, sungguh menarik bukan? Lihatlah hasil akhirnya. Kita tinggal mengalikan dengan angka 10, berapa pun yang kita sedekah kan atau kita berikan dengan ikhlas kepada orang lain yang membutuhkan bantuan kita. Dan, kita pakai acuan balasan dari Allah yang minimal saja, yaitu 10 x lipat, bukan yang 700 x lipat. Intinya: Semakin banyak bersedekah, maka pasti semakin banyak penggantiannya dari Allah SWT.
Tinggal kita yang mau membuka mata, bahwa pengembalian dari Allah itu bentuknya apa? Bukalah “mata hati” kita, selalu lah berpikir positif kepada Allah. Bukankah Allah berfirman, “Aku adalah sebagaimana yang diprasangkakan hamba-Ku kepada-Ku”. Oleh karena itu, selalu lah berprasangka baik kepada Allah, maka Allah akan serta merta menunjukkan KeMaha Kebaikan-Nya kepada kita. Allah pasti membalas kebaikan kita dengan balasan yang PAS, yang setimpal dengan amal perbuatan kita.
Salam Luar Biasa Prima!

Lahir: 19 Desember 1976 (32 tahun)
Pekerjaan: Pendiri Wisatahati Corporation/dakwah
Pendidikan: IAIN Jakarta
Karya: Mencari Tuhan Yang Hilang (Buku)
, Mahakasih (Sinetron),
Kun Fa Yak
uun (Film dan Sinetron)

Muda, terkenal, sukses dan ulama pula. Pahir perjalanan hidup mengantar dia menjadi seperti sekarang. Ustadz Yusuf Mansur, tak ingin shaleh sendirian. Lewat Wisata Hati, dia mengajak semua umat untuk berbagi (sedekah) dengan mereka yang kesulitan dengan berbagai media dakwah verbal, buku, sinetron, dan film . Ajakannya seolah menjadi sebuah gerakan mulia mencontoh Rasulullah SAW. Atas itu, Yusuf Mansur menjadi salah satu Tokoh Perubahan Republika 2007.

Dia menganggap pengalaman hidup yang pahit ada dua makna, ujian atau azab. Jika itu azab, maka andai sulit diatasi selama bertahun-tahun, jawabannya adalah taubat yang suci dan ikhlas. Tapi jika itu ujian, maka bisa jadi itu ‘jamu’ yang menjadi obat untuk hidup lebih baik. Di sela kesibukannya berdakwah dan mengasuh pondok pesantren Tahfidz Qur’an, Darul Qur’an, di Kampung Ketapang, Cipondoh, Tangerang, dai muda ini bertutur tentang pengalaman hidupnya kepada wartawan Republika . Berikut petikannya.

Apa yang melatari Anda menjadi dai?
Awalnya saya menulis buku (Mencari Tuhan yang Hilang-red). Setelah itu, sering diminta melakukan bedah buku yang isinya tentang kehidupan terutama tentang pribadi saya. Pengalaman bedah buku di seminar dan forum itu, kemudian menjadi metode bertutur lewat kisah. Alhamdulillah, saya sadar betul bila Allah sudah memberikan jalan pilihan bagi saya untuk berdakwah. Target dakwah saya memang soal sedekah.

Jadi, memang sengaja memilih tema sedekah?
Ya, saya sadar betul memilih tema sedekah itu. Tujuannya, agar jamaah ikut bersedekah. Sebab, dengan jamaah bersedekah, artinya kita juga ikut sedekah. Ketika jamaah bersedekah, artinya itu merupakan sedekah kita juga.
Saya fokus di tema sedekah karena saya ingin bangsa ini berubah. Dulu saya menangis, karena kesusahan. Setelah ditemukan jawabannya ternyata sedekah. Ini kan benar-benar aneh dan ngawur. Orang susah kok disuruh sedekah. Tapi memang itu jawabannya. Saya ingin jamaah merasakan apa yang dirasakan pelaku sedekah.

Anda masih muda. Boleh tahu tantangan berat menjadi ustadz di usia muda?

Ya. ha.. ha..ha..,tantangannya itu saya kira off the record

Ada cara mengatasinya?
Ya, jangan terlalu dipikirin

Tantangan lainnya apa?
Kata orang tantangan bagi dai itu datang dari kalangan ustadz sendiri. Alhamdulillah, saya justeru dapat dukungan dari mereka.

Mengapa begitu, bagaimana resepnya?
Saya disupport, karena tema yang saya angkat menarik. Saya bicara soal sedekah yang dulunya orang jarang berani mengupas. Takut diangap tidak ikhlas atau riya. Ya, hadiah Allah yang melalui mulut saya, yang membuat sesuatu yang berbeda tentang sedekah ini.

Dengan jadwal yang padat, apa tak ada masalah dengan keluarga?
Itu tantangan berikut yang harus dihadapi para dai. Tantangan internal memang dari keluarga sendiri. Dalam hal waktu, saya pernah selama setahun tidak bertemu orang tua, istri dan anak serta saudara. Tapi, Alhamdulillah beliau-beliau serta mereka itu bisa memahami kondisi dan posisi saya sebagai ustadz. Mereka menyadari dan paham bila lebih banyak orang lain yang berjuang tanpa bisa melihat keluarganya. Merekalah para mujahid fi sabilillah. Kami masih mendingan, karena masih bisa pulang.

Ada pengalaman getir selama setahun tidak bertemu keluarga?
Memang ya. Saya sedih, sedang berada di tempat lain ketika ayah tiri saya meninggal sehingga tidak sempat melihat. Karena itu, pada tahun 2008 strategi dakwah akan saya ubah.

Strategi seperti apa?
Sebelumnya saya berdakwah personal. Nantinya bersifat kelembagaan atau institusional. Jadi, ada semacam sentra kuliah dengan merilis modul-modul kuliah atau modu-modul kajian. Kemudian men-ToT (Training on Trainer)-kan pada dai-dai muda lainnya. Di setiap sentra ada asatidz (ustadz-ustadz) yang sudah dibina untuk menyebarkan materi yang disiapkan.

Apakah model itu efektif?
Justru ini sangat efektif. Sebab, mereka bisa secara bebas waktu dan tempat menjalankan dan melaksanakan materi kita. Juga tak ada konsentrasi massa yang sangat banyak di satu tempat. Sebaliknya massa yang bisa disentuh dakwah lebih banyak. Hasilnya, menurut saya lebih efektif.
Kebetulan, kita akan menggelar road show ‘Kun fa Yakuun’ di seratus kota di Indonesia. Insya Allah kami akan jumpa dengan sekitar 19,2 juta orang dari 19 ribu majelis. Jika setiap majelis beranggotakann seratus orang berarti ada 19,2 juta orang. Itu hitungan sederhana yang tak akan tercapai jika saya keliling. Bayangkan kita keliling 19 ribu masjid, aduh..!

Jadi, tidak lagi menggunakan media massa?
Tidak begitu. Kita tetap memanfaatkan media massa sebagaimana sebelumnya. Hanya saja, intensitasnya dikurangi. Dulu saya memang memilih menggunakan televisi, radio dan internet. Ternyata semua itu mempunyai keterbatasan. Di antaranya, televisi dan radio itu bukan milik kita. Misalnya, ada orang yang hendak mengaji, jam 10.00 malam. Itu kan tidak bisa kita stel sesuai dengan keinginan kita sendiri. Nah, dengan modul-modul, asatidz di daerah tinggal menerangkan secara global. Detailnya bisa diperoleh lewat modul atau DVD yang bisa dilihat di tiap sentra.

Berapa target pendirian sentra pada 2008 ini?
Tahun ini kami targetkan 300 sentra dakwah. Awal tahun ini sudah ada 40 sentra di kawasan Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Banjarmasin, Kalimantan serta di Medan (Sumatra Utara). Februari ini akan dibentuk di Padang, Sumatra Barat.
Sentra dakwah juga bisa jadi roda penggerak ekonomi masyarakat sekitar. Bayangkan, bila saya pengajian di sana, banyak orang datang sehingga jamaah bisa buka usaha dengan menjual produk. Sentra juga bisa jadi pusat gerai hingga bisa jadi nilai tambah. Inilah, jika kita mengurusi jalan Allah, maka akan diberi jalan pula oleh Allah.

Tidakkah Anda jadi lebih sibuk?
Sebaliknya, waktu untuk keluarga akan makin banyak. Jika dulu, saya harus keliling kota di Indonesia, karena kita ditentukan oleh permintaan orang. Kini, tidak begitu. Dengan menggunakan modul-modul dan DVD itu kita bisa menentukan waktunya. Kita bisa menawar mengenai ketentuan waktu itu. Bahkan, saya sudah mulai mengurangi roadshow ke daerah. Jika dulu sepuluh kali roadshow sekarang lima atau mungkin tiga kali saja. Bahkan, bisa sekali sehari. Buktinya, tadi pagi (Sabtu/12/1) tadi saya bisa mengantarkan anak berlibur ke Ancol.
Waktu untuk bertemu keluarga, orang tua, mertua dan tetangga sudah cukup banyak. Dulu saya sempat dianggap sombong oleh tetangga. Karena, saat saya kembali ke rumah banyak tetangga yang ingin bertemu tapi waktu saya amat minim karena harus berangkat lagi.
Saya bilang ke mereka, kalau saya mau menemui istri dan memeluk serta mencium anak dulu. Eh, tetangga bilang saya berubah. Saya dicap sombong, belagu mentang-mentang sudah jadi ustadz. Padahal, saya tidak bermaksud begitu. Karena itu, akhirnya saya pikirkan bagaimana ada perpanjangan tangan untuk distribusi ilmu yang tidak ada masalah dengan persoalan waktu.

Sejak kapan hal ini direncanakan?
Kami mulai mengerem kegiatan awal 2007. Kami kurangi jadwal dari 10 kali sehari menjadi tiga kali dan sekali saja. Materi akan disesuaikan dengan pengalaman riil di tengah masyarakat. Saya punya materi-materi yang dimodulkan itu seperti ”Bagaimana Agar Gampang Bayar Hutang, Gampang Dapat Jodoh, Mudah Mendapat Pekerjaan, Bisa Mendapatkan Modal Tanpa Bayar.”
Dulu untuk berceramah, masyarakat mengundang saya datang ke tempat mereka. Sekarang tidak begitu. Mereka cukup datang ke sentra saja dan sudah ada perangkat multimedia dan media off print yang bisa diakses jamaah.

Masih sempat memproduksi sinetron?
Masih. Sekarang malah tambah bersemangat. Sebab, saya memproduksi sendiri sinetron-sinetron dakwah itu.

Anda berencana menulis buku lagi?
Setelah kami lahirkan tema-tema sedekah, saya juga akan menerbitkan The Miracle (Keajaiban) yang berisi kesaksian lengkap dengan hitung-hitunganya. Buku itu tentang sedekah dari tinjauan filosofis dan akademis.

Siapa yang mengilhami dan terlibat dalam pembuatan buku tersebut?
Sudah menjadi kewajiban saya, menyampaikan lewat lisan dan tulisan. Itu akan menjadi matakuliah yang pengikutnya jutaan. Sebab, akan kita upload langsung di web.
Tutorialnya lewat web yang on line 24 jam. Saya yakin belajar dari The Miracle itu akan mengetahui bagaimana kekuatan mahadahsyat sedekah yang datang dari Allah yang bekerja dengan efektif dalam kehidupan manusia.

Bagaimana perkembangan pesantren darul Qur’an, Wisata hati?
Alhamdulillah. Kalau melihat perkembangannya saya ingin menangis. Dulu saya hanya ingin keluar dari penjara dengan mengamalkan Alquran. Untuk itu, saya merintis pesantren. Pada 2003 saya pamit sama ustadz Basoni dan H Ahmad minta santri. Ketika 2004 ada delapan santri. Setelah itu itu berkembang sampai sekarang. Buat saya, pesantren itu adalah laboratorium. Bagi jamaah, saya bilang kalau mau dekat dengan Allah, ikut menanggung membantu santri di pesantren. Alhamdulillah dukungannya gila-gilaan. Sekarang ada donatur dari Semarang, Surabaya, Sulawesi, Sumatera dan lain sebagainya. Kami mau membangun pesantren dengan dana hampir Rp 200 miliar.

Matematika Kun Fa Yakuun
5+3=-2. Tidak selamanya hitung-hitungan matematika lima ditambah tiga sama dengan delapan. Boleh jadi hasil akhirnya minus dua jika manusia banyak melakuan tindakan yang haram.

”Memang ada matematika yang aneh. Yaitu bukan matematika manusia. Disebut aneh karena kita tidak belajar. Yaitu sepuluh dikurang satu, hasilnya bukan sembilan, tapi sembilan belas. Karena satu yang disedekahkan ke Allah, dikembalikan lagi oleh Allah sepuluh. Jadi praktis hasil akhirnya sembilan belas,” tandas Ustad Yusuf Mansur usai memberikan taushiah di Masjid Kompelks Pondok Pesantren Wisata Hati, Cipondoh Tangerang.

Matematika tidak linier itu menurut Yusuf Mansur harus dikampanyekan agar kehidupan bangsa lebih baik lagi ke depan. ”Kita sudah berhasil menyosialisasikan sedekah dan sekarang saatnya bicara soal dosa besar,” kata dai muda berusia 31 tahun itu.

Matematika aneh, kata dia, bisa menyelesaikan krisis bangsa. Dia bercerita soal kesaksian seorang siswi SMU di Makassar yang akan ujian dan ibundanya sedang sakit keras. Siswi itu berdoa dan berniat menyedekahkan seluruh uang di dalam celengannya. ”Doanya hanya satu, ia rela tidak lulus ujian asal ibunya sembuh.” Ibu siswi itu disembuhkan dari sakit dan ia juga lulus ujian.

Istimewa karena anak itu hanya punya satu kali permohonan. ”Kalau kita sedekahnya sekali, permohonannya borongan banyak banget.” Idealnya sedekah minimal 2,5 persen, Yang lebih afdol adalah 10 persen dari harta. ”Orang kita sering tidak adil. Minta disembuhkan penyakit jantung, yang jika operasi membutuhkan dana puluhan juta rupiah–hanya dengan sedekah Rp 100 ribu.”

Berbagi atau sedekah adalah tema sentral dakwah Yusuf Mansur. Meski banyak menerima kesaksian lewat SMS, tema dan pola dakwahnya digarap profesional dengan melibatkan tim. Sektiar 20 orang berada di ring satu, istilah Yusuf Mansur. ”Mereka bukan ajudah atau sekretaris karena saya tidak punya.” Yang paling dekat dengan dirinya adalah Ustadz Jamil dan Hendy Rochim.

Tak cukup dengan dakwah verbal dan personal, Ustad Yusuf pun menyampaikan misinya lewat blog, sinetron, lagu dan bahkan film. Sinetron Mahakasih yang diproduksi Sinemart menjadi tontonan yang ditunggu banyak pemirsa televisi karena cerita yang lugas, dan tidak menggurui dan tidak mengumbar kemewahan.

Belakangan ia merintis juga sebuah sekolah komersial Darul Quran International School yang menyasar kalangan menengah atas. Sinetron dan film produksinya seperti Kun Fa Yakuun, Mahakasih dan belakangan sebuah film dengan biaya produksi hingga Rp 6 miliar dengan bintang Agus Kuncoro, Zaskia Mecca dan Desy Ratnasari adalah juga menceritakan matematika tidak linier itu.

Sumber: Republika 16 Januari 2008, Hal 8

KEMATIAN BISA DIUNDUR

Kematian memang di tangan Allah. Maka ada satu hal yang bisa membuat kematian menjadi sesuatu yang bisa ditunda, yaitu kemauan bersedekah, kemauan berbagi dan peduli.

SUATU hari, Malaikat Kematian mendatangi Nabiyallah Ibrahim, dan bertanya, “Siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?”

“Yang anak muda tadi maksudnya?” tanya Ibrahim. “Itu sahabat sekaligus muridku.”

“Ada apa dia datang menemuimu?”
“Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan pernikahannya besok pagi.”

“Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai besok pagi.” Habis berkata seperti itu, Malaikat Kematian pergi meninggalkan Nabiyallah Ibrahim. Hampir saja Nabiyallah Ibrahim tergerak untuk rriemberitahu anak muda tersebut, untuk menyegerakan pernikahannya malam ini, dan memberitahu tentang kematian anak muda itu besok. Tapi langkahnya terhenti. Nabiyallah Ibrahim memilih kematian tetap menjadi rahasia Allah.

Esok paginya, Nabiyallah Ibrahim ternyata melihat dan menyaksikan bahwa anak muda tersebut tetap bisa melangsungkan pernikahannya.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahun berganti tahun, Nabiyallah Ibrahim malah melihat anak muda ini panjang umurnya.

Hingga usia anak muda ini 70 tahun, Nabiyallah Ibrahim bertanya kepada Malaikat Kematian, apakah dia berbohong tempo hari sewaktu menyampaikan bahwa anak muda itu umurnya tidak akan sampai besok pagi? Malaikat Kematian menjawab bahwa dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, tapi Allah menahannya.

“Apa gerangan yang membuat Allah menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda tersebut, dulu?”

“Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuat Allah memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup.”

Saudara-saudaraku, pembaca “Kajian WisataHati” dimanapun Anda berada, kematian memang di tangan Allah. justru itu, memajukan dan memundurkan kematian adalah hak Allah. Dan Allah memberitahu lewat kalam Rasul-Nya, Muhammad shalla `alaih bahwa sedekah itu bisa memanjangkan umur. jadi, bila disebut bahwa ada sesuatu yang bisa menunda kematian, itu adalah…sedekah.

Maka, tengoklah kanan-kiri Anda, lihat-lihatlah sekeliling Anda. Bila Anda menemukan ada satu-dua kesusahan tergelar. maka sesungguhnya Andalah yang butuh pertolongan. Karena siapa tahu kesusahan itu digelar Allah untuk memperpanjang umur Anda. Tinggal apakah Anda bersedia menolongnya atau tidak. Bila bersedia, maka kemungkinan besar memang Allah akan memanjangkan umur Anda.

Saudara-saudaraku sekalian, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajalnya akan sampai. Dan, tidak seseorangpun yang mengetahui dalam kondisi apa ajalnya tiba. Maka mengeluarkan sedekah bukan saja akan memperpanjang umur, melainkan juga memungkinkan kita meninggal dalam keadaan baik. Bukankah sedekah akan mengundang cintanya Allah? Sedangkan kalau seseorang sudah dicintai oleh Allah, maka tidak ada masalahnya yang tidak diselesaikan, tidak ada keinginannya yang tidak dikabulkan, tidak ada dosanya yang tidak diampunkan, dan tidak ada nyawa yang dicabut dalam keadaan husnul khatimah.

Mudah-mudahan Allah berkenan memperpanjang umur, sehingga kita semua berkesempatan untuk mengejar ampunan Allah dan mengubah segala kelakuan kita, sambil mempersiapkan kematian datang.

Sampai ketemu di pembahasan berikutnya. Insya Allah, kita masih membahas “sedikit tentang menunda umur, tapi kaitannya dengan kesulitan-kesulitan hidup yang kita hadapi “.

Salam, Yusuf Mansur.
Salam Wisata Hati.

“Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan” (An-Nisaa: 78)

  Ustadz Yusuf Mansur 
Presiden Sampai Rakyat, Semua Perlu Bersedekah  

”Sedekah merupakan jawaban semua permasalahan. Sedekah itu tak ada lawan. Tak ada persoalan apa pun yang tidak selesai, selama kita melibatkan Allah. Caranya, antara lain melalui sedekah.” Kalimat-kalimat di atas kerap kali dilontarkan oleh Ustad Yusuf Mansur dalam setiap ceramah-ceramahnya. 

Ustadz muda itu memang selalu mengusung tema sedekah dalam setiap dakwahnya, baik melalui ceramah, buku, kolom di media massa, maupun sinetron Maha Kasih yang ditayangkan di RTCI setiap Sabtu malam. Sehebat apakah sedekah itu? Mengapa sedekah jadi begitu penting? Apakah sedekah mampu menyelesaikan persoalan bangsa Indonesia yang sudah hampir satu dekade dirundung krisis? Berikut wawancara  Irwan Kelana, dengan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Quran/Tahfiz Quran Cipondoh, Tangerang itu: 

Apakah sedekah itu?
Sebetulnya konsep sedekah itu seperti kata Nabi, ”Setiap amal yang baik adalah sedekah.” Bahkan, kata Rasulullah, ”Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” Jadi, tidak hanya materi atau harta saja. Seperti firman Allah dalam Alquran, ”… berjuanglah (bersedekahlah) dengan hartamu dan jiwamu.”

Mengapa sedekah itu jadi penting? 

Kalau manusia tahu, sesungguhnya dialah yang butuh sedekah. Mengapa? Sebab, sedekah merupakan bagian dari upaya tazkiyatun nafs(membersihkan diri, lahir-batin). Kita butuh sedekah, sebab sedekah itu akan kembali kepada kita dalam beragam bentuk. Posisi sedekah itu sangat istimewa. Sedekah merupakan ibadah yang utama. Bahkan dalam Alquran, perintah bersedekah itu menggunakan huruf wawu atof. Artinya sesuatu yang terikat sekali, merupakan perintah yang sangat penting. 

Firman Allah, ”Wahai orang-orang yang beriman, (sebagai syarat keimanan mereka), maka dirikanlah shalat dan sedekahkanlah sebagian dari rezeki yang datangnya dari Allah SWT.” Kedua prsayarat itu ibarat baju dan celana. Baju saja, tanpa celana, tidak pantas. Begitu pula, celana saja, tanpa baju, juga tidak sempurna. Imam Ghazali mengatakan, manusia itu terbagi menjadi empat golongan. Yakni, manusia yang tidak tahu dan tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu, manusia yang tidak tahu tapi tahu bahwa dirinya tidak tahu, manusia yang tahu tapi dirinya tidak tahu bahwa dirinya tahu, dan manusia yang tahu dan tahu bahwa dirinya tahu.” Kalau sudah sampai ke maqam yang keempat, maka ia akan menjadi Muslim yang sangat baik, salah satu tandanya adalah gemar bersedekah.

Berapa ayat Alquran dan hadis Rasulullah yang memerintahkan soal sedekah ini? 

Salah satu ayat utama yang paling sering saya bacakan adalah QS Ath-Talaq ayat 5.”Dan hendaklah orang yang disempitkan rezekinya bersedekah.” Hadis-hadis tentang sedekah begitu banyak dan bertebaran. Salah satunya, hadits Rasulullah saw yang menyatakan bahwa sedekah itu dapat menolak bala.”Bersegeralah untuk bersedekah. Sebab, yang namanya bala tidak bisa mendahului sedekah.” Hadis lainnya, ”Tidak akan berkurang rezeki ornag yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, bertambah.”

Apa saja keutamaan sedekah? 
Paling tidak, ada empat keutamaan sedekah. Pertama, mengundang datangnya rezeki. Kedua, menolak bala. Ketiga, menyembuhkan penyakit. Keempat, menambah umur. Allah berjanji dalam Alquran, bahwa Sedekah itu tidak mungkin tidak dibayar. Seperti menanam di kebun Allah, pasti berbuah. Menanam di kebun sendiri saja berbuah, apalagi di kebun Allah. Kalaupun buahnya tidak lebat, paling tidak pasti berkembang. Kalaupun Allah tidak menurunkan hujan lebat, paling tidak hujan gerimis.

Kisah-kisah dalam sinetron Maha Kasih diilhami oleh kisah nyata jamaah Anda. Anda menampung banyak testimoni tentang keutamaan sedekah ya?
Begitulah. Suatu hari ada seorang pedagang datang kepada salah seorang staf saya. Ia mengaku punya utang Rp 30 juta, dan tak tahu lagi ke mana harus mencari uang untuk melunasi utangnya. Oleh staf saya, ia disuruh sedekah. Apa yang bisa dilakukannya? Ia mengaku tak punya sesuatu yang berharga untuk dijual. Akhirnya staf saya menganjurkan agar ia menjual motor vespanya dan menyedekahkan hasilnya. Ternyata, pada saat ia sedang menawarkan sepeda motor tersebut, kakaknya yang di Swiss kirim SMS.
Isinya menyatakan bahwa ia baru saja mentranfer dana senilai setara dengan Rp 30 juta. Tentang tolak bala. Suatu pagi, seorang ustadz bersedekah kepada ustadz yang lain. Ia tinggal di Tangerang. Menjelang sore hari ia ke Gunung Putri, Bogor, hendak mengajar. Di jalan tol, mobilnya ditabrak orang. Namun mobil tersebut tidak rusak. Sebaliknya, mobil yang menabrak rusak berat. Pemilik mobil heran dan bertanya kepadanya, ”Kok mobil kamu tidak apa-apa?” Dijawab, ”Mungkin karena tadi pagi saya bayar asuransi sedekah.” 

Ada juga cerita seorang pasien yang sudah divonis mati oleh dokter. Karena merasa usianya tidak lama lagi, orang tersebut kemudian berusaha untuk menjadikan sisa umurnya untuk berbuat hal terbaik. Ia mengumpulkan delapan bayi yatim yang masih merah dan merawatnya dengan kasih sayang. Ternyata sampai saat ini ia masih hidup, bahkan menjadi ketua grup senam yang anggotanya lebih 2.000 orang. Bahkan, bayi yang dulu dirawatnya sudah dewasa, dan salah satunya sudah menikah. Keajaiban sedekah itu hanya bisa dirasakan oleh orang yang bersedekah dan ia yakin. Keyakinan itu membawa pengaruh kepercayaan positif kepada Allah SWT.

Anda mengkampanyekan gerakan nasional selamatkan bangsa dengan sedekah. Mengapa Anda begitu yakin sedekah bisa menyelamatkan bangsa? 
Yakin sekali. Ada sebuah kisah dalam Alquran tentang Nabi Musa yang meminta agar Allah menghilangkan azab dari suatu bangsa. Allah menjawab bahwa azab tersebut sudah telanjur ditetapkan. Namun, rahmat Allah meliputi seluruh bumi ini. Di samping itu, pernyataan Allah yang sangat penting adalah, ”Azab itu tidak akan menimpa orang-orang yang memelihara dirinya, menafkahkan sebagian rezekinya, dan beriman kepada ayat-ayatku.” Jadi, sedekah bisa menyelamatkan bangsa.

Dalam berbagai pengalaman saya mengusung tema sedekah selama ini, sudah banyak keluarga bermasalah yang akhirnya bersatu kembali sebagai berkah sedekah. Demikian pula, sudah banyak perusahaan yang hampir bangkrut, namun akhirnya bisa berjaya kembali berkat sedekah. Logika saya begini. Kalau presiden, para menteri, DPR, pejabat pemerintah sampai yang terkecil, yakni RT-RW plus komponen bangsa ini bersedekah, insya Allah akan lahir energi positif yang dapat membawa bangsa ini keluar dari krisis.  

Dikutip dari www.kompas.com : 

Jumat, 19 September 2008 | 08:46 WIB
SURABAYA - Menjadi tukang pijat belumlah cukup. Sumirah nyambi jadi tukang sol sepatu, penjahit, dan pekerja pabrik. Sebagian hasil keringatnya itu ia gunakan untuk membangun madrasah, masjid, mushala, dan mengurus anak yatim. Ternyata, beramal tidak harus menunggu kaya.

Penolakan halus langsung diucapkan Sumirah, pimpinan Panti Asuhan Yatim Piatu Amanah, Rungkut, Surabaya, saat akan diwawancaraiSurya untuk tulisan ini. “Saya ini apalah mbak, kok pakai diwawancarai. Masih banyak yang lebih bagus, lebih pintar, dan lebih hebat,” elaknya saat ditemui di Panti Asuhan Amanah sekaligus rumahnya di Jalan Pandugo Gg II Nomor 30 B, Rungkut, Senin (15/9).

Secara materi, Sumirah memang belum bisa dibandingkan dengan pengusaha sukses. Namun, kekayaan hati Sumirah mungkin hanya dimiliki segelintir orang pada abad ini.

Perempuan kelahiran 3 April 1965 ini tak cukup mengelola panti asuhan. Ia mendirikan madrasah, masjid, dan mushala di kampungnya, Pacitan. Mungkin juga sulit dipercaya, Sumirah menghidupi anak-anak yatim dengan menjadi tukang pijat panggilan.

Rasa empati Sumirah sudah terpupuk sejak kecil. Ia terbiasa bergaul dengan anak-anak yatim asuhan almarhum Atmorejo, ayahnya. “Saat itu ada 100 anak yatim dan anak-anak lain yang berlatih ilmu kanuragan (kebatinan) di rumah. Mereka semua tinggal di rumah,” kata ibu lima anak ini.

Secara materi Sumirah kecil tercukupi, tetapi didikan ayahnya tidak membuatnya manja. Bahkan, sejak kelas II SD ia sudah menjadi tukang pijat alternatif, warisan keahlian turun temurun. Duitnya “ditabung” di mushala di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan.

“Saat itu saya masih ingat nasihat ayah, ‘Kalau kamu punya rezeki, 50 persen untuk kamu dan 50 persen lagi untuk mushala. Pasti rezeki itu akan barokah’,” ujarnya.

Pesan almarhum ayahnya terus diingat Sumirah. Setiap rupiah yang dihasilkan selalu disisihkan untuk mushala. Begitu pula ketika orderan memijat merambah hingga Madiun, bahkan Semarang.

Saat SMP Sumirah dan kakaknya hijrah ke Jakarta. Di kota megapolitan ini Sumirah tidak tertarik mencicipi pekerjaan lain. Kebetulan, kemampuan memijatnya tersohor hingga ke Jawa Barat. Pada 1986 Sumirah dan suami mencari peruntungan di Surabaya. Di kota ini selain tetap memijat, ia bekerja di pabrik PT Horison Sintex (sekarang Lotus). Ia hanya masuk pabrik hari Selasa, Rabu, dan Kamis.

Namun, dua profesi itu belum cukup. Merasa waktunya masih senggang, Sumirah mencari pekerjaan sampingan. Ia menjadi tukang sol sepatu, menjahit baju, dan tukang keriting rambut. “Karena pekerjaan banyak, rata-rata saya hanya tidur dua jam sehari. Mijat saja sehari hingga 20 kali,” katanya sambil tersenyum.

Kerja keras itu impas dengan hasilnya. Sehari, tidak kurang ia mengantongi Rp 2 juta. Namun, limpahan uang itu tidak membuatnya mabuk. Uang itu dialirkan untuk membangun madrasah, mushala-mushala, dan masjid di desanya. Sumirah enggan menyebut nama mushala itu. “Nanti saya ndak diridaikalau pamer,” katanya.

Suatu ketika, Sumirah pulang kampung. Jalan di desanya tidak bisa dilewati karena rusak berat. Prihatin, ia dan suaminya memperkeras seluruh jalan itu dengan paving blok. Walhasil, rencana naik haji seketika batal karena simpanan Rp 60 juta habis untuk ongkospaving.

“Saya tidak pernah menyimpan uang di bank. Bukan apa-apa, tapi karena tanda tangan saya tidak pernah sama. Itu tentu tidak boleh kan?” katanya.

Hidup Sumirah teruji saat dia melihat banyak anak telantar di sekitar kampungnya. Dia nekat menampung 54 anak yatim itu di rumahnya yang berukuran 2,5 meter x 13 meter. “Sebagian dari mereka saya koskan di depan rumah. Saya sewa tiga kamar,” katanya.

Masalah datang ketika anak asuhnya ndablegdengan menghabiskan air dan sabun milik ibu kos. Sekitar pukul 21.00 anak-anak itu diusir. “Mereka saya tampung di rumah saya. Jadi, mereka tidur sambil duduk,” kata Sumirah.

Esoknya, Sumirah mencari kontrakan untuk mereka. Tawaran kontrakan Rp 4 juta ditolak karena Sumirah tak punya duit. Di tengah kesulitan ia berdoa. Mendadak ada semacam dorongan untuk menghubungi Pak Triyono, dermawan dari Barata Jaya, Surabaya. Sumirah kaget, Pak Triyono memberinya zakat maal (zakat kekayaan) sejumlah Rp 4 juta. “Agar tidak mengganggu penduduk kampung, pagi-pagi sekali kami pindahan,” katanya.

Panti Asuhan Amanah kini menampung 60 anak yatim, dibangun Sumirah pada 1996. Mereka kanak-kanak hingga remaja. Belum lama ini Sumirah mengasuh balita yang ditinggal mati bapaknya. Amelia, balita itu, sekarang berumur sembilan bulan. “Oh ya, Saya sudah menikahkan 13 anak di sini, 16 Oktober nanti saya mantu lagi,” ujarnya dengan mata berbinar.

Untuk mencukupi hidup anak asuhnya, Sumirah tidak mengandalkan bantuan donatur yang sebagian adalah pelanggan pijatnya. Selepas subuh, anak yatim itu berdagang kelapa kupas, sayuran, dan bumbu. Sumirah dan suami juga membuka toko kelontong.

Mengakhiri kisahnya, Sumirah sempat bilang, “Pergunakanlah mata hati. Banyak orang pintar yang belum tentu mengerti.”(MUSAHADAH)

 

Renungan Buat Para Ortu…

more about "PaninLife Syariah, The Best Choice", posted with vodpod

Tulisan Sebelumnya »