Feeds:
Tulisan
Komentar

sang Murabbi-Izis

Persebahan buat para Murabbi ku

more about "sang Murabbi-Izis", posted with vodpod

selamat hari lahir

more about "selamat hari lahir", posted with vodpod

Kecerdasan Intrapersonal (personal management) adalah : Kecerdasan berkaitan dengan kemampuan individu untuk berbicara dengan dirinya sendiri. Seseorang dengan kecerdasan intrapersonal yang tinggi (level 1 – 4 )memiliki kecenderungan untuk berbicara tentang dirinya sendiri berkaitan dengan target dirinya, apa yang perlu dilakukan olehnya, bagaimana ia bisa mencapai apa yang ditargetkannya. Oleh karena itu, individu memiliki kemauan yang kuat dan tak mudah untuk ditentang kemauannya. Misalnya : saya harusnya menerima tawaran dia, karena dengan menerima tawaran itu peluang saya jauh lebih besar untuk ….., saya harus lebih tegas lagi terhadap dia karena hanya dengan cara ini saya …..

Sedangkan mereka yang rendah Intrapersonalnya (level 8 – 10 ), kemauannya mudah diarahkan oleh pihak lain. Oleh karena itu mereka tidak disarankan untuk menggunakan kecerdasan ini dalam pengembangan dirinya. Banyak keraguan ketika ia berbicara dengan dirinya sendiri. Bila kecerdasan interpersonalnya lebih tinggi maka individu ini cenderung untuk berbicara dengan dirinya sendiri tentang orang lain bukan kemauan dirinya. Seperti : “hari raya (lebaran) sudah dekat, bagaimana Ani (teman) bisa dapat tiket bis, sedangkan neneknya meninggal…. kasihan dia, bagaimana ia bisa pulang…… “dsb.

Berbicara terhadap diri sendiri seringkali dilakukan oleh individu dengan kecerdasan intrapersonal yang tinggi. Dalam keadaan kesadaran penuh ( realita sehari-hari) individu cenderung menggunakan kecerdasan ini setiap melakukan sesuatu. Teknik yang sering dilakukan oleh individu adalah dengan model affirmasi . Seperti : “saya harus…, saya memang harus melakukan itu …. “dengan cara mengulang kalimat tersebut beberapa kali untuk melakukan penguatan atas tindakan yang akan dilakukannya. Namun teknik yang lebih tepat lagi adalah model incantation dimana ia melibatkan faktor emosi dan gerak ketika dia mengulang kalimatnya. Karena setiap tindakan manusia pasti melibatkan faktor emosi. Langkah yang tepat adalah dengan urutan sebagai berikut : THINK – FEEL – DO , tetapi kebanyakan manusia melakukannya dengan DO – THINK – FEEL , setelah melakukan kemudian ia menyesal. Kondisi ini juga menginformasikan bahwa manusia bertindak dikuasai oleh kebiasaannya dan kebiasaan itu dilakukan karena pengaruh ketidaksadaran ( alam bawah sadar).

Latihan yang tepat adalah pada saat kesadaran mengalami penurunan dan ketidaksadaran meningkat, hal ini terjadi pada saat otak berada pada gelombang theta atau tubuh dalam keadaan relaks atau malam menjelang tidur. Gunakan waktu sebelum tidur untuk menginstall alam bawah sadar kita. Hal yang dapat dilakukan adalah :

1. Membuat rencana yang akan dilakukan keesokkan harinya.

Membayangkan apa yang perlu dilakukan pada keesokkan hari di kantor, bayangkan anda dapat melakukannya dengan baik, bayangkan anda telah menyelesaikannya dan bayangkan pula reaksi apa yang akan terjadi pada orang-orang disekitar anda dan bagaimana perasaan anda sendiri. Gambarkan perasaan itu dengan jelas.

2. Evaluasi hasil yang dicapai pada hari ini

Sebaiknya kegiatan ini dapat dilakukan rutin untuk dapat mengevaluasi kemajuan yang kita capai. Tindakan apa sajakah yang pada hari ini dapat kita lakukan dengan lebih baik dan tindakan-tindakan apa sajakah yang belum dilakukan dengan baik. Ada sebagian orang juga memanfaatkan moment ini untuk mempertimbangkan tentang apa yang tak bisa ia terima berkaitan dengan perkataan dan perlakuan pihak lain terhadap diri kita. Mempertimbangkan berarti menimbang dan kegiatan menimbang perlu dilakukan dengan dua sisi. Yaitu bagaimana kita melihat dari sudut pandang orang lain dan diri kita. Dasar pemikirannya bahwa tak ada orang yang tak mengambil keputusan yang terbaik di dalam hidupnya. Oleh karena itu banyak orang mempertahankan pendapatnya sendiri yang dianggapnya benar. Sedangkan qualitas keputusan ditentukan oleh dasar pertimbangannya. Keputusan yang kurang tepat adalah karena dasar pertimbangannya saja yang kurang dan itu adalah hal yang wajar. Kegiatan evaluasi ini mampu meningkatkan kecerdasan emosional kita sehingga kita mampu memperbaiki diri kita dalam kaitannya dengan pihak lain. Bukankah dalam setiap persoalan pasti ada hikmah yang dapat dipetik.

3. Gunakan ungkapan “ saya sedang dalam proses”

Ada kalanya kita sulit percaya bahwa semua hasrat dan harapan kita akan terwujud menjadi kenyataan, terutama bila kita terus menerus fokus pada kenyataan bahwa kita belum berhasil mencapai apa yang kita cita-citakan. Dasar pemikirannya adalah bila kita tak meyakini sesuatu itu terwujud maka kita sulit menumbuhkan kemauan untuk mewujudkannya. Karena segala sesuatu yang ada didunia semua terwujud 2 kali, pertama didalam benak kita dan kemudian menjadi ada. Apa yang dipikirkan akan dapat terwujud. Namun nilai-nilai di alam bawah sadar juga ikut berperan dimana ia akan menolak apa yang coba kita ciptakan dialam pikir. Oleh karena itu gunakan kalimat “ saya sedang dalam proses untuk mendapatkan ….. “

4. Menggunakan pilihan kata yang tepat.

Kata-kata yang digunakan dapat diterima atau ditolak oleh alam bawah sadar ( nilai yang telah ada sebelumnya). Kata seksi atau ideal lebih sesuai bila digunakan untuk melangsingkan tubuh dibandingkan kata-kata “saya ingin kurus…”. hal ini dapat dijelaskan, dimana pada saat kita kanak-kanak, perlakuan orang-orang disekitar kita kurang memberikan nilai yang positif terhadap anak yang kurus. Persepsi itu tentunya tertanam dan menjadi nilai keyakinan kita.

5. Model persetujuan dan koreksi (sandwich +, -, + )

Kita perlu sadari bersama bahwa proses masuk pasti lebih lama dari proses keluar. Oleh karena itu untuk dapat masuk dan membuat koreksi atas nilai atau belief yang salah maka kita perlu menggunakan model persetujuan lebih dulu baru kemudian melakukan koreksi dan diakhiri dengan model persetujuan. Berikut ini kami berikan contoh dialog ibu dan anak :

Ibu : “tadi siang Ali dimarahi oleh Eyang..ya”

Anak : menganggukkan kepalanya

Ibu :” perasaan Ali tak enak ya, waktu dimarahi. Ali merasa mangkel dan tidak terima..

mama dulu juga pernah mengalami seperti itu …”

anak : “ ya … ma”

ibu : “ kira-kira menurut Ali, adakah orang bisa marah bila kita tidak salah….. ?

anak : berpikir …. dan menyetujui.

Ibu : “jadi eyang tadi marah karena Ali melakukan kesalahan, dan eyang ingin

mengingatkan kita, berarti eyang itu baik sekali ya, mau mengingatkan Ali …”

anak : “iya, eyang kalau begitu baik ya .. ma”

6. Model incantation

“ tiap hari tambah pandai, tambah kuat, tambah sehat, tambah kaya, tidak ada kata gagal .. yang ada adalah sukses atau belajar “ pengulangan terhadap kalimat ini dengan disertai gerakan-gerakan tertentu yang membuat anda semangat dikatakan sebagai model incantation. Jadi incantation berbeda dengan affirmasi. Lakukan pengulangan ini beberapa kali dalam kurun waktu selama 1 bulan, kemudian bisa diganti dengan kalimat yang lain atau pilihan kata lainnya yang sesuai dengan keinginan anda. Bagi pembelajar auditory model ini lebih tepat. Efektifitas dari incantion dapat anda evaluasi ketika anda mendapatkan suara dari alam bawah sadar anda ketika makan. Misal : “ jangan makan itu terlalu banyak.. katanya mau sehat” atau “ kenapa tak segera ambil buku.. katanya mau pandai”. Suara – suara itu mampu membangkitkan diri kita untuk menuruti kemauan dari alam bawah sadar kita sendiri. Atau ketika ada orang lain yang memberikan kita informasi maka dengan mudahnya atau tanpa penolakan kita mengikuti saran rekan kita. Disaat seperti itulah efektifitas dari incantation kita telah bekerja dengan baik.

7. Model penetapan tujuan.

Dalam memanfaatkan model ini maka anda harus menetapkan tujuan yang besar agar suara- suara alam bawah sadar yang menolak keinginan anda semakin besar. Lakukan terus menerus selama 1 bulan, maka nilai yang bertentangan di alam bawah sadar dengan cita-cita kita dapat dikalahkan. Model ini menghendaki : penetapan tujuan yang jelas dan detail, kemudian membayangkan bahwa tujuan tersebut tercapai sebagai wujud kita bersyukur dan kemudian bayangkan apa yang akan terjadi pada diri anda dan orang disekitar anda ketika tujuan tersebut tercapai.

Model-model yang ditunjukkan diatas lebih sesuai bagi mereka yang memiliki kecerdasan intrapersonal yang tinggi ( personal management ). Bagi individu yang lemah kecerdasan intrapersonalnya maka banyak keraguan dalam dirinya, disarankan untuk memanfaatkan kecerdasan mereka yang tertinggi dalam mengembangkan diri.

Salam sukses dari RahmatMu

(sumber MI++ by: Reksa,drs.Psi )

Apa kabar Dunia!

Assalamu ‘Alaikum… Bersyukur & senang sekali saya bisa diberikan kesempatan Allah SWT menyapa Ummatnya yang tersebar di seluruh dunia. Mudah- mudahan saya bisa memberikan Setetes Embun di Tengah Padang Pasir  ( Qotrun Nada ), Aaamiin.

Wassalamu Alaikum…

Rahmat Mu

« Newer Posts