Feeds:
Pos
Komentar
  Ustadz Yusuf Mansur 
Presiden Sampai Rakyat, Semua Perlu Bersedekah  

”Sedekah merupakan jawaban semua permasalahan. Sedekah itu tak ada lawan. Tak ada persoalan apa pun yang tidak selesai, selama kita melibatkan Allah. Caranya, antara lain melalui sedekah.” Kalimat-kalimat di atas kerap kali dilontarkan oleh Ustad Yusuf Mansur dalam setiap ceramah-ceramahnya. 

Ustadz muda itu memang selalu mengusung tema sedekah dalam setiap dakwahnya, baik melalui ceramah, buku, kolom di media massa, maupun sinetron Maha Kasih yang ditayangkan di RTCI setiap Sabtu malam. Sehebat apakah sedekah itu? Mengapa sedekah jadi begitu penting? Apakah sedekah mampu menyelesaikan persoalan bangsa Indonesia yang sudah hampir satu dekade dirundung krisis? Berikut wawancara  Irwan Kelana, dengan Pimpinan Pondok Pesantren Darul Quran/Tahfiz Quran Cipondoh, Tangerang itu: 

Apakah sedekah itu?
Sebetulnya konsep sedekah itu seperti kata Nabi, ”Setiap amal yang baik adalah sedekah.” Bahkan, kata Rasulullah, ”Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah.” Jadi, tidak hanya materi atau harta saja. Seperti firman Allah dalam Alquran, ”… berjuanglah (bersedekahlah) dengan hartamu dan jiwamu.”

Mengapa sedekah itu jadi penting? 

Kalau manusia tahu, sesungguhnya dialah yang butuh sedekah. Mengapa? Sebab, sedekah merupakan bagian dari upaya tazkiyatun nafs(membersihkan diri, lahir-batin). Kita butuh sedekah, sebab sedekah itu akan kembali kepada kita dalam beragam bentuk. Posisi sedekah itu sangat istimewa. Sedekah merupakan ibadah yang utama. Bahkan dalam Alquran, perintah bersedekah itu menggunakan huruf wawu atof. Artinya sesuatu yang terikat sekali, merupakan perintah yang sangat penting. 

Firman Allah, ”Wahai orang-orang yang beriman, (sebagai syarat keimanan mereka), maka dirikanlah shalat dan sedekahkanlah sebagian dari rezeki yang datangnya dari Allah SWT.” Kedua prsayarat itu ibarat baju dan celana. Baju saja, tanpa celana, tidak pantas. Begitu pula, celana saja, tanpa baju, juga tidak sempurna. Imam Ghazali mengatakan, manusia itu terbagi menjadi empat golongan. Yakni, manusia yang tidak tahu dan tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu, manusia yang tidak tahu tapi tahu bahwa dirinya tidak tahu, manusia yang tahu tapi dirinya tidak tahu bahwa dirinya tahu, dan manusia yang tahu dan tahu bahwa dirinya tahu.” Kalau sudah sampai ke maqam yang keempat, maka ia akan menjadi Muslim yang sangat baik, salah satu tandanya adalah gemar bersedekah.

Berapa ayat Alquran dan hadis Rasulullah yang memerintahkan soal sedekah ini? 

Salah satu ayat utama yang paling sering saya bacakan adalah QS Ath-Talaq ayat 5.”Dan hendaklah orang yang disempitkan rezekinya bersedekah.” Hadis-hadis tentang sedekah begitu banyak dan bertebaran. Salah satunya, hadits Rasulullah saw yang menyatakan bahwa sedekah itu dapat menolak bala.”Bersegeralah untuk bersedekah. Sebab, yang namanya bala tidak bisa mendahului sedekah.” Hadis lainnya, ”Tidak akan berkurang rezeki ornag yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, bertambah.”

Apa saja keutamaan sedekah? 
Paling tidak, ada empat keutamaan sedekah. Pertama, mengundang datangnya rezeki. Kedua, menolak bala. Ketiga, menyembuhkan penyakit. Keempat, menambah umur. Allah berjanji dalam Alquran, bahwa Sedekah itu tidak mungkin tidak dibayar. Seperti menanam di kebun Allah, pasti berbuah. Menanam di kebun sendiri saja berbuah, apalagi di kebun Allah. Kalaupun buahnya tidak lebat, paling tidak pasti berkembang. Kalaupun Allah tidak menurunkan hujan lebat, paling tidak hujan gerimis.

Kisah-kisah dalam sinetron Maha Kasih diilhami oleh kisah nyata jamaah Anda. Anda menampung banyak testimoni tentang keutamaan sedekah ya?
Begitulah. Suatu hari ada seorang pedagang datang kepada salah seorang staf saya. Ia mengaku punya utang Rp 30 juta, dan tak tahu lagi ke mana harus mencari uang untuk melunasi utangnya. Oleh staf saya, ia disuruh sedekah. Apa yang bisa dilakukannya? Ia mengaku tak punya sesuatu yang berharga untuk dijual. Akhirnya staf saya menganjurkan agar ia menjual motor vespanya dan menyedekahkan hasilnya. Ternyata, pada saat ia sedang menawarkan sepeda motor tersebut, kakaknya yang di Swiss kirim SMS.
Isinya menyatakan bahwa ia baru saja mentranfer dana senilai setara dengan Rp 30 juta. Tentang tolak bala. Suatu pagi, seorang ustadz bersedekah kepada ustadz yang lain. Ia tinggal di Tangerang. Menjelang sore hari ia ke Gunung Putri, Bogor, hendak mengajar. Di jalan tol, mobilnya ditabrak orang. Namun mobil tersebut tidak rusak. Sebaliknya, mobil yang menabrak rusak berat. Pemilik mobil heran dan bertanya kepadanya, ”Kok mobil kamu tidak apa-apa?” Dijawab, ”Mungkin karena tadi pagi saya bayar asuransi sedekah.” 

Ada juga cerita seorang pasien yang sudah divonis mati oleh dokter. Karena merasa usianya tidak lama lagi, orang tersebut kemudian berusaha untuk menjadikan sisa umurnya untuk berbuat hal terbaik. Ia mengumpulkan delapan bayi yatim yang masih merah dan merawatnya dengan kasih sayang. Ternyata sampai saat ini ia masih hidup, bahkan menjadi ketua grup senam yang anggotanya lebih 2.000 orang. Bahkan, bayi yang dulu dirawatnya sudah dewasa, dan salah satunya sudah menikah. Keajaiban sedekah itu hanya bisa dirasakan oleh orang yang bersedekah dan ia yakin. Keyakinan itu membawa pengaruh kepercayaan positif kepada Allah SWT.

Anda mengkampanyekan gerakan nasional selamatkan bangsa dengan sedekah. Mengapa Anda begitu yakin sedekah bisa menyelamatkan bangsa? 
Yakin sekali. Ada sebuah kisah dalam Alquran tentang Nabi Musa yang meminta agar Allah menghilangkan azab dari suatu bangsa. Allah menjawab bahwa azab tersebut sudah telanjur ditetapkan. Namun, rahmat Allah meliputi seluruh bumi ini. Di samping itu, pernyataan Allah yang sangat penting adalah, ”Azab itu tidak akan menimpa orang-orang yang memelihara dirinya, menafkahkan sebagian rezekinya, dan beriman kepada ayat-ayatku.” Jadi, sedekah bisa menyelamatkan bangsa.

Dalam berbagai pengalaman saya mengusung tema sedekah selama ini, sudah banyak keluarga bermasalah yang akhirnya bersatu kembali sebagai berkah sedekah. Demikian pula, sudah banyak perusahaan yang hampir bangkrut, namun akhirnya bisa berjaya kembali berkat sedekah. Logika saya begini. Kalau presiden, para menteri, DPR, pejabat pemerintah sampai yang terkecil, yakni RT-RW plus komponen bangsa ini bersedekah, insya Allah akan lahir energi positif yang dapat membawa bangsa ini keluar dari krisis.  

Iklan
Dikutip dari www.kompas.com : 

Jumat, 19 September 2008 | 08:46 WIB
SURABAYA – Menjadi tukang pijat belumlah cukup. Sumirah nyambi jadi tukang sol sepatu, penjahit, dan pekerja pabrik. Sebagian hasil keringatnya itu ia gunakan untuk membangun madrasah, masjid, mushala, dan mengurus anak yatim. Ternyata, beramal tidak harus menunggu kaya.

Penolakan halus langsung diucapkan Sumirah, pimpinan Panti Asuhan Yatim Piatu Amanah, Rungkut, Surabaya, saat akan diwawancaraiSurya untuk tulisan ini. “Saya ini apalah mbak, kok pakai diwawancarai. Masih banyak yang lebih bagus, lebih pintar, dan lebih hebat,” elaknya saat ditemui di Panti Asuhan Amanah sekaligus rumahnya di Jalan Pandugo Gg II Nomor 30 B, Rungkut, Senin (15/9).

Secara materi, Sumirah memang belum bisa dibandingkan dengan pengusaha sukses. Namun, kekayaan hati Sumirah mungkin hanya dimiliki segelintir orang pada abad ini.

Perempuan kelahiran 3 April 1965 ini tak cukup mengelola panti asuhan. Ia mendirikan madrasah, masjid, dan mushala di kampungnya, Pacitan. Mungkin juga sulit dipercaya, Sumirah menghidupi anak-anak yatim dengan menjadi tukang pijat panggilan.

Rasa empati Sumirah sudah terpupuk sejak kecil. Ia terbiasa bergaul dengan anak-anak yatim asuhan almarhum Atmorejo, ayahnya. “Saat itu ada 100 anak yatim dan anak-anak lain yang berlatih ilmu kanuragan (kebatinan) di rumah. Mereka semua tinggal di rumah,” kata ibu lima anak ini.

Secara materi Sumirah kecil tercukupi, tetapi didikan ayahnya tidak membuatnya manja. Bahkan, sejak kelas II SD ia sudah menjadi tukang pijat alternatif, warisan keahlian turun temurun. Duitnya “ditabung” di mushala di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan.

“Saat itu saya masih ingat nasihat ayah, ‘Kalau kamu punya rezeki, 50 persen untuk kamu dan 50 persen lagi untuk mushala. Pasti rezeki itu akan barokah’,” ujarnya.

Pesan almarhum ayahnya terus diingat Sumirah. Setiap rupiah yang dihasilkan selalu disisihkan untuk mushala. Begitu pula ketika orderan memijat merambah hingga Madiun, bahkan Semarang.

Saat SMP Sumirah dan kakaknya hijrah ke Jakarta. Di kota megapolitan ini Sumirah tidak tertarik mencicipi pekerjaan lain. Kebetulan, kemampuan memijatnya tersohor hingga ke Jawa Barat. Pada 1986 Sumirah dan suami mencari peruntungan di Surabaya. Di kota ini selain tetap memijat, ia bekerja di pabrik PT Horison Sintex (sekarang Lotus). Ia hanya masuk pabrik hari Selasa, Rabu, dan Kamis.

Namun, dua profesi itu belum cukup. Merasa waktunya masih senggang, Sumirah mencari pekerjaan sampingan. Ia menjadi tukang sol sepatu, menjahit baju, dan tukang keriting rambut. “Karena pekerjaan banyak, rata-rata saya hanya tidur dua jam sehari. Mijat saja sehari hingga 20 kali,” katanya sambil tersenyum.

Kerja keras itu impas dengan hasilnya. Sehari, tidak kurang ia mengantongi Rp 2 juta. Namun, limpahan uang itu tidak membuatnya mabuk. Uang itu dialirkan untuk membangun madrasah, mushala-mushala, dan masjid di desanya. Sumirah enggan menyebut nama mushala itu. “Nanti saya ndak diridaikalau pamer,” katanya.

Suatu ketika, Sumirah pulang kampung. Jalan di desanya tidak bisa dilewati karena rusak berat. Prihatin, ia dan suaminya memperkeras seluruh jalan itu dengan paving blok. Walhasil, rencana naik haji seketika batal karena simpanan Rp 60 juta habis untuk ongkospaving.

“Saya tidak pernah menyimpan uang di bank. Bukan apa-apa, tapi karena tanda tangan saya tidak pernah sama. Itu tentu tidak boleh kan?” katanya.

Hidup Sumirah teruji saat dia melihat banyak anak telantar di sekitar kampungnya. Dia nekat menampung 54 anak yatim itu di rumahnya yang berukuran 2,5 meter x 13 meter. “Sebagian dari mereka saya koskan di depan rumah. Saya sewa tiga kamar,” katanya.

Masalah datang ketika anak asuhnya ndablegdengan menghabiskan air dan sabun milik ibu kos. Sekitar pukul 21.00 anak-anak itu diusir. “Mereka saya tampung di rumah saya. Jadi, mereka tidur sambil duduk,” kata Sumirah.

Esoknya, Sumirah mencari kontrakan untuk mereka. Tawaran kontrakan Rp 4 juta ditolak karena Sumirah tak punya duit. Di tengah kesulitan ia berdoa. Mendadak ada semacam dorongan untuk menghubungi Pak Triyono, dermawan dari Barata Jaya, Surabaya. Sumirah kaget, Pak Triyono memberinya zakat maal (zakat kekayaan) sejumlah Rp 4 juta. “Agar tidak mengganggu penduduk kampung, pagi-pagi sekali kami pindahan,” katanya.

Panti Asuhan Amanah kini menampung 60 anak yatim, dibangun Sumirah pada 1996. Mereka kanak-kanak hingga remaja. Belum lama ini Sumirah mengasuh balita yang ditinggal mati bapaknya. Amelia, balita itu, sekarang berumur sembilan bulan. “Oh ya, Saya sudah menikahkan 13 anak di sini, 16 Oktober nanti saya mantu lagi,” ujarnya dengan mata berbinar.

Untuk mencukupi hidup anak asuhnya, Sumirah tidak mengandalkan bantuan donatur yang sebagian adalah pelanggan pijatnya. Selepas subuh, anak yatim itu berdagang kelapa kupas, sayuran, dan bumbu. Sumirah dan suami juga membuka toko kelontong.

Mengakhiri kisahnya, Sumirah sempat bilang, “Pergunakanlah mata hati. Banyak orang pintar yang belum tentu mengerti.”(MUSAHADAH)

 

Renungan Buat Para Ortu…

Vodpod videos no longer available.

more about "PaninLife Syariah, The Best Choice", posted with vodpod

sang Murabbi-Izis

Persebahan buat para Murabbi ku

Vodpod videos no longer available.

more about "sang Murabbi-Izis", posted with vodpod

selamat hari lahir

Vodpod videos no longer available.

more about "selamat hari lahir", posted with vodpod

Kecerdasan Intrapersonal (personal management) adalah : Kecerdasan berkaitan dengan kemampuan individu untuk berbicara dengan dirinya sendiri. Seseorang dengan kecerdasan intrapersonal yang tinggi (level 1 – 4 )memiliki kecenderungan untuk berbicara tentang dirinya sendiri berkaitan dengan target dirinya, apa yang perlu dilakukan olehnya, bagaimana ia bisa mencapai apa yang ditargetkannya. Oleh karena itu, individu memiliki kemauan yang kuat dan tak mudah untuk ditentang kemauannya. Misalnya : saya harusnya menerima tawaran dia, karena dengan menerima tawaran itu peluang saya jauh lebih besar untuk ….., saya harus lebih tegas lagi terhadap dia karena hanya dengan cara ini saya …..

Sedangkan mereka yang rendah Intrapersonalnya (level 8 – 10 ), kemauannya mudah diarahkan oleh pihak lain. Oleh karena itu mereka tidak disarankan untuk menggunakan kecerdasan ini dalam pengembangan dirinya. Banyak keraguan ketika ia berbicara dengan dirinya sendiri. Bila kecerdasan interpersonalnya lebih tinggi maka individu ini cenderung untuk berbicara dengan dirinya sendiri tentang orang lain bukan kemauan dirinya. Seperti : “hari raya (lebaran) sudah dekat, bagaimana Ani (teman) bisa dapat tiket bis, sedangkan neneknya meninggal…. kasihan dia, bagaimana ia bisa pulang…… “dsb.

Berbicara terhadap diri sendiri seringkali dilakukan oleh individu dengan kecerdasan intrapersonal yang tinggi. Dalam keadaan kesadaran penuh ( realita sehari-hari) individu cenderung menggunakan kecerdasan ini setiap melakukan sesuatu. Teknik yang sering dilakukan oleh individu adalah dengan model affirmasi . Seperti : “saya harus…, saya memang harus melakukan itu …. “dengan cara mengulang kalimat tersebut beberapa kali untuk melakukan penguatan atas tindakan yang akan dilakukannya. Namun teknik yang lebih tepat lagi adalah model incantation dimana ia melibatkan faktor emosi dan gerak ketika dia mengulang kalimatnya. Karena setiap tindakan manusia pasti melibatkan faktor emosi. Langkah yang tepat adalah dengan urutan sebagai berikut : THINK – FEEL – DO , tetapi kebanyakan manusia melakukannya dengan DO – THINK – FEEL , setelah melakukan kemudian ia menyesal. Kondisi ini juga menginformasikan bahwa manusia bertindak dikuasai oleh kebiasaannya dan kebiasaan itu dilakukan karena pengaruh ketidaksadaran ( alam bawah sadar).

Latihan yang tepat adalah pada saat kesadaran mengalami penurunan dan ketidaksadaran meningkat, hal ini terjadi pada saat otak berada pada gelombang theta atau tubuh dalam keadaan relaks atau malam menjelang tidur. Gunakan waktu sebelum tidur untuk menginstall alam bawah sadar kita. Hal yang dapat dilakukan adalah :

1. Membuat rencana yang akan dilakukan keesokkan harinya.

Membayangkan apa yang perlu dilakukan pada keesokkan hari di kantor, bayangkan anda dapat melakukannya dengan baik, bayangkan anda telah menyelesaikannya dan bayangkan pula reaksi apa yang akan terjadi pada orang-orang disekitar anda dan bagaimana perasaan anda sendiri. Gambarkan perasaan itu dengan jelas.

2. Evaluasi hasil yang dicapai pada hari ini

Sebaiknya kegiatan ini dapat dilakukan rutin untuk dapat mengevaluasi kemajuan yang kita capai. Tindakan apa sajakah yang pada hari ini dapat kita lakukan dengan lebih baik dan tindakan-tindakan apa sajakah yang belum dilakukan dengan baik. Ada sebagian orang juga memanfaatkan moment ini untuk mempertimbangkan tentang apa yang tak bisa ia terima berkaitan dengan perkataan dan perlakuan pihak lain terhadap diri kita. Mempertimbangkan berarti menimbang dan kegiatan menimbang perlu dilakukan dengan dua sisi. Yaitu bagaimana kita melihat dari sudut pandang orang lain dan diri kita. Dasar pemikirannya bahwa tak ada orang yang tak mengambil keputusan yang terbaik di dalam hidupnya. Oleh karena itu banyak orang mempertahankan pendapatnya sendiri yang dianggapnya benar. Sedangkan qualitas keputusan ditentukan oleh dasar pertimbangannya. Keputusan yang kurang tepat adalah karena dasar pertimbangannya saja yang kurang dan itu adalah hal yang wajar. Kegiatan evaluasi ini mampu meningkatkan kecerdasan emosional kita sehingga kita mampu memperbaiki diri kita dalam kaitannya dengan pihak lain. Bukankah dalam setiap persoalan pasti ada hikmah yang dapat dipetik.

3. Gunakan ungkapan “ saya sedang dalam proses”

Ada kalanya kita sulit percaya bahwa semua hasrat dan harapan kita akan terwujud menjadi kenyataan, terutama bila kita terus menerus fokus pada kenyataan bahwa kita belum berhasil mencapai apa yang kita cita-citakan. Dasar pemikirannya adalah bila kita tak meyakini sesuatu itu terwujud maka kita sulit menumbuhkan kemauan untuk mewujudkannya. Karena segala sesuatu yang ada didunia semua terwujud 2 kali, pertama didalam benak kita dan kemudian menjadi ada. Apa yang dipikirkan akan dapat terwujud. Namun nilai-nilai di alam bawah sadar juga ikut berperan dimana ia akan menolak apa yang coba kita ciptakan dialam pikir. Oleh karena itu gunakan kalimat “ saya sedang dalam proses untuk mendapatkan ….. “

4. Menggunakan pilihan kata yang tepat.

Kata-kata yang digunakan dapat diterima atau ditolak oleh alam bawah sadar ( nilai yang telah ada sebelumnya). Kata seksi atau ideal lebih sesuai bila digunakan untuk melangsingkan tubuh dibandingkan kata-kata “saya ingin kurus…”. hal ini dapat dijelaskan, dimana pada saat kita kanak-kanak, perlakuan orang-orang disekitar kita kurang memberikan nilai yang positif terhadap anak yang kurus. Persepsi itu tentunya tertanam dan menjadi nilai keyakinan kita.

5. Model persetujuan dan koreksi (sandwich +, -, + )

Kita perlu sadari bersama bahwa proses masuk pasti lebih lama dari proses keluar. Oleh karena itu untuk dapat masuk dan membuat koreksi atas nilai atau belief yang salah maka kita perlu menggunakan model persetujuan lebih dulu baru kemudian melakukan koreksi dan diakhiri dengan model persetujuan. Berikut ini kami berikan contoh dialog ibu dan anak :

Ibu : “tadi siang Ali dimarahi oleh Eyang..ya”

Anak : menganggukkan kepalanya

Ibu :” perasaan Ali tak enak ya, waktu dimarahi. Ali merasa mangkel dan tidak terima..

mama dulu juga pernah mengalami seperti itu …”

anak : “ ya … ma”

ibu : “ kira-kira menurut Ali, adakah orang bisa marah bila kita tidak salah….. ?

anak : berpikir …. dan menyetujui.

Ibu : “jadi eyang tadi marah karena Ali melakukan kesalahan, dan eyang ingin

mengingatkan kita, berarti eyang itu baik sekali ya, mau mengingatkan Ali …”

anak : “iya, eyang kalau begitu baik ya .. ma”

6. Model incantation

“ tiap hari tambah pandai, tambah kuat, tambah sehat, tambah kaya, tidak ada kata gagal .. yang ada adalah sukses atau belajar “ pengulangan terhadap kalimat ini dengan disertai gerakan-gerakan tertentu yang membuat anda semangat dikatakan sebagai model incantation. Jadi incantation berbeda dengan affirmasi. Lakukan pengulangan ini beberapa kali dalam kurun waktu selama 1 bulan, kemudian bisa diganti dengan kalimat yang lain atau pilihan kata lainnya yang sesuai dengan keinginan anda. Bagi pembelajar auditory model ini lebih tepat. Efektifitas dari incantion dapat anda evaluasi ketika anda mendapatkan suara dari alam bawah sadar anda ketika makan. Misal : “ jangan makan itu terlalu banyak.. katanya mau sehat” atau “ kenapa tak segera ambil buku.. katanya mau pandai”. Suara – suara itu mampu membangkitkan diri kita untuk menuruti kemauan dari alam bawah sadar kita sendiri. Atau ketika ada orang lain yang memberikan kita informasi maka dengan mudahnya atau tanpa penolakan kita mengikuti saran rekan kita. Disaat seperti itulah efektifitas dari incantation kita telah bekerja dengan baik.

7. Model penetapan tujuan.

Dalam memanfaatkan model ini maka anda harus menetapkan tujuan yang besar agar suara- suara alam bawah sadar yang menolak keinginan anda semakin besar. Lakukan terus menerus selama 1 bulan, maka nilai yang bertentangan di alam bawah sadar dengan cita-cita kita dapat dikalahkan. Model ini menghendaki : penetapan tujuan yang jelas dan detail, kemudian membayangkan bahwa tujuan tersebut tercapai sebagai wujud kita bersyukur dan kemudian bayangkan apa yang akan terjadi pada diri anda dan orang disekitar anda ketika tujuan tersebut tercapai.

Model-model yang ditunjukkan diatas lebih sesuai bagi mereka yang memiliki kecerdasan intrapersonal yang tinggi ( personal management ). Bagi individu yang lemah kecerdasan intrapersonalnya maka banyak keraguan dalam dirinya, disarankan untuk memanfaatkan kecerdasan mereka yang tertinggi dalam mengembangkan diri.

Salam sukses dari RahmatMu

(sumber MI++ by: Reksa,drs.Psi )

Apa kabar Dunia!

Assalamu ‘Alaikum… Bersyukur & senang sekali saya bisa diberikan kesempatan Allah SWT menyapa Ummatnya yang tersebar di seluruh dunia. Mudah- mudahan saya bisa memberikan Setetes Embun di Tengah Padang Pasir  ( Qotrun Nada ), Aaamiin.

Wassalamu Alaikum…

Rahmat Mu